Sabtu, 14 Januari 2012

Golongan Darah

Golongan darah adalah kunci penting bagi sistem kekebalan tubuh atau imunitas. Golongan darahlah yang mengendalikan pengaruh yang mungkin ditimbulkan oleh virus, bakteri, infeksi, senyawa kimia, stres, dan seluruh rangkaian penyerbu serta kondisi yang berpotensi menyebabkan penyakit dan melemahkan imunitas (D’adamo, 2007).

A. Sistem Golongan Darah ABO Sistem golongan darah ABO adalah sistem penggolongan darah yang paling terpercaya hingga saat ini. Dengan memperhatikan ekspresi genetis golongan darah ABO, kita sekarang dapat memahami banyak korelasi mental dan fisik yang tampaknya tidak berkaitan. Disamping itu nilai penting genetis dari golongan darah ABO kini muncul sebagai kunci bagi banyak misteri biologis yang paling sukar dipahami. Kita dapat menggunakan pengetahuan ini untuk mempertahankan kesehatan, menjaga diri terhadap penyakit, dan bahkan menyembuhkan sel-sel yang sudah rusak. Dalam hal ini revolusi genetis sunguh-sungguh merupakan revolusi golongan darah. Setiap gen mempunyai lokus tertentu tempat ia dapat dijumpai. Bayangkan lokus itu sebagai lokasi atau alamat suatu gen. Lokus gen untuk golongan darah ABO terletak pada kaki q kromosom nomor 9, sekitar pita 34. Disinilah ketiga alel dasar bagi sistem golongan darah ABO ditemukan, dimana kombinasinya menentukan apakah anda bergolongan darah A, B, O, atau AB. Gen-gen tersebut paling sedikit terdiri dari tujuh ekson yang memanjang lebih dari 18 kb dalam genom DNA. Gen-gen tersebut juga terletak dalam lokasi yang sama yakni 9q34.1-q34.2. Antigen dari sistem golongan darah ABO terletak di rantai karbohidrat oligosakarida yang merupakan bagian dari rantai glikosphingolipid atau molekul gp. Terdapat empat jenis rantai oligosakarida, yaitu rantai tipe 1 ada di dalam plasma, saliva, dan cairan tubuh, rantai tipe 2 dan tipe 4 banyak ditemukan di membran sel darah merah, sedangkan rantai tipe 3 ada di dalam musin yang disekresi oleh mukosa lambung atau kista indung telur. Gen dari sistem golongan darah ABO tidak menerjemahkan secara langsung antigen-antigen tersebut melainkan menerjemahkan enzim yang menambahkan gula tertentu pada membran sel darah merah. Semua golongan darah ABO memiliki subtipe variasi mikro dari antigen primer. Sebagian besar subtipe ini tidak begitu dikenal dan jarang terdeteksi pada orang bergolongan darah O dan B. Lebih dari 20 varian terdapat pada golongan darah A dan kebanyakan varian-varian tersebut ditemukan di Afrika yang menggambarkan adaptasi terhadap parasit lokal. Varian tersebut meliputi A1, A2, dan A-Bantu.

B. Sistem Golongan Darah Rh Dari sudut pandang klinis, sistem Rhesus (Rh) sejauh ini adalah sistem yang paling penting setelah ABO. Sistem Rh diberi nama sesuai dengan monyet Rhesus, yakni hewan yang lazim digunakan di laboratorium, yang di dalam darahnya ditemukan faktor ini untuk pertama kalinya. Tidak seperti sistem golongan darah ABO dimana antibodi terhadap golongan lain dikembangkan sejak lahir, antibodi terhadap antigen Rh nyaris tidak pernah ditemukan kecuali sebagai hasil proses imunisasi melalui kehamilan atau transfusi. Walaupun jauh lebih terbatas dibandingkan dengan data mengenai golongan darah ABO, segala penemuan yang berkaitan dengan Rh telah membuka era baru dalam penelitian protein Rh, melampaui perannya sebagai antigen golongan darah.

C. Sistem Golongan Darah MN Tidak seperti golongan darah ABO dan Rh, sistem MN bukanlah faktor utama dalam transfusi darah atau cangkok organ. Karena alasan inilah sistem ini tidak begitu menarik perhatian dalam praktek kedokteran sehari-hari. Bagi ahli genetika dan antropologi, golongan darah MN penting karena ada banyak penyakit terkait dengan sistem ini. Sistem ini melibatkan tiga macam variasi, yaitu MM, NN, atau MN tergantung pada apakah sel-sel hanya memiliki antigen “M” (yang akan membentuk MM), antigen “N” (NN), atau keduanya (MN). Sekitar 28% populasi bertipe MM, 22% bertipe NN, dan 50% bertipe MN. Karena anti-M dan anti-N sangat jarang terdapat pada serum manusia, maka nyaris tidak ada bahaya yang ditimbulkannya pada transfusi darah. Sehingga data mengenai distribusi kelompok M dan N berkembang sangat lambat dari tahun ke tahun. Namun sistem ini telah diketahui berperan dalam kanker, infeksi, dan kerentanan untuk terkena penyakit jantung.

Selain sistem golongan darah di atas, masih terdapat sistem golongan darah lain, yaitu :
1. Sistem Golongan Darah P (P1)
2. Sistem Golongan Darah Lutheran (LU)
3. Sistem Golongan Darah Kell (KEL)
4. Sistem Golongan Darah Lewis (LE)
5. Sistem Golongan Darah Duffy (FY)
6. Sistem Golongan Darah Kidd (JK)
7. Sistem Golongan Darah Diego (DI)
8. Sistem Golongan Darah Yt (YT)
9. Sistem Golongan Darah Xg (XG)
10. Sistem Golongan Darah Sciana (SC)
11. Sistem Golongan Darah Dombrock (DO)
12. Sistem Golongan Darah Colton (CO)
13. Sistem Golongan Darah Landsteiner-Wiener (LW)
14. Sistem Golongan Darah Chido/Rodgers (CH/RG)
15. Sistem Golongan Darah Hh (H)
16. Sistem Golongan Darah Kx (XK)
17. Sistem Golongan Darah Gerbich (GE)
18. Sistem Golongan Darah Cromer (CROM)
19. Sistem Golongan Darah Knops (KN)
20. Sistem Golongan Darah Indian (IN)
21. Sistem Golongan Darah Ok (OK)
22. Sistem Golongan Darah Raph (RAPH)
23. Sistem Golongan Darah John Milton Hagen (JMH)

0 komentar:

Poskan Komentar